Belajar dengan Bahagia (serba-serbi fullday school)

Salam Semangat!

Sahabat guru,

Tahun 2015 adalah tahun ke-9 saya mengajar di SD Islam Terpadu. Selama ini ada banyak pertanyaan maupun pernyataan mengenai sekolah dengan sistem fullday school. Berikut diantaranya.

Kasihan, anak-anak dikurung di sekolah, belajar sampai sore

Sahabat guru, kalau yang dimaksud dikurung adalah anak-anak belajar terus menerus di kelas atau sekolah yang tertutup, menurut saya tidaklah tepat. Belajar tak melulu di dalam kelas. Belajar bisa dimana saja. Belajar di halaman atau lapangan beratap langit pun bisa. Tak jarang peserta didik diajak mengunjungi sawah, kebun, pasar, museum dan lain-lain  untuk belajar secara langsung mengenai tema tertentu.

belajar di rumah organik

belajar di rumah organik

belajar di lantai pun asyik

belajar di lantai pun asyik

Apa nggak bosan anak-anak dengerin gurunya terus dari pagi sampai sore?

Sahabat guru, belajar itu bisa banyak cara. Buku, internet, dunia nyata adalah sumber belajar yang sangat kaya. Jadi guru bukanlah satu-satunya sumber belajar. Guru sebagai perencana, pengarah, pendamping, dan pendorong agar tercapai tujuan belajar.

Waktunya habis untuk belajar, hilang masa bermain

Sahabat guru, belajar di fullday tidak berarti menghilangkan masa anak-anak untuk bermain. Peserta didik tetap bisa menikmati masa kanak-kanak mereka dengan bahagia. Bermain sambil belajar maupun belajar sambil bermain tetap bisa dilakukan. Intinya adalah mengajak peserta didik bahagia saat belajar. Banyak metode yang bisa dilakukan agar peserta didik menikmati setiap proses KBM tanpa harus kehilangan rasa nyaman dunia bermainnya.

permainan tradisional

permainan tradisional

bermain puzzle

bermain puzzle

Bagaimana dengan sosialisasinya?

Sahabat guru, kalau yang dikhawatirkan adalah habislah waktu untuk bersosialisasi karena belajar sampai sore, itu bukanlah hal yang patut dikhawatirkan. Bukankah saat proses belajar juga terjadi proses bersosialisasi. Bersosialisasi dengan teman sebaya, dengan orang dewasa (guru, karyawan, wali), adik kelas, dll. Pulang sekolah maupun saat libur pun peserta didik masih bisa bersosialisasi dengan keluarga dan teman sepermainan di rumah.

Sahabat guru, ini baru sebagian ya, moga bermanfaat dan salam semangat!

Beberapa kegiatan belajar saya beserta peserta didik bisa dilihat dalam video berikut ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s