SDIT Sekolah Pilihan

Salam Semangat!

Sahabat guru, alangkah senangnya kalau sekolah tempat kita ngajar mendapat apresiasi yang baik dari wali siswa. Apresiasi yang mudah kita dapat adalah beupa testimoni. Tesimoni ini bisa kita gunakan untuk bahan evaluasi. berikut ini saya cantumkan contoh testimoni untuk sekolah luqmanalhakim.sch.id. Semoga bermanfaat dan Salam Semangat!

*************************************************************************************************

SD Pilihan
Siang itu saya baca sebuah pesan masuk,”Bun, kenapa bisa mantap menyekolahkan Ranjana di SDIT?”
Pesan singkat yang ternyata tak bisa saya balas dengan singkat pula 🙂Ohya, Ranjana adalah anak pertama saya yang kini sudah kelas 3 SD.
Menurut saya pendidikan adalah investasi terbaik yang bisa kita wariskan untuk anak-anak. Maka memilih sekolah yang tepat menjadi penting. Berikut ini beberapa alasan saya memilih SDIT Luqman Al Hakim Sleman:
1. Tak ada tes calistung
Awal masuk SD, Ranjana baru tahap awal mengenal beberapa huruf. Baru tahu huruf yang dapat menyusun nama pendeknya 🙂 Hal ini menunjukkan gurunya mau sedikit repot mengajarkan baca tulis.
2. Target hafal 10 juz
Sama sekali tidak ada kekhawatiran anak merasa berat atau stress dengan target 10 juz. Saya lihat penambahan hafalan dilakukan dengan cara yang menyenangkan. Setiap hari hanya menambah hafalan 1 atau 2 ayat. Murojaah juga dilakukan setiap hari, untuk menjaga hafalan yang sudah dikuasai. Bahkan acara mabit sebulan sekali (menginap di sekolah untuk menambah hafalan) menjadi acara yang paling ditunggu-tunggu oleh Ranjana.
3. Sekolah ramah anak
Saya dapat menyimpulkan hal tersebut karena beberapa hal:
a. Sekolah tempat anak saya bersekolah tidak menyediakan kantin. Sebagai orang tua, saya tidak perlu khawatir dengan berita beredarnya jajanan yang tidak sehat. Sekolah mengijinkan anak-anak membawa bekal dari rumah. Hal ini juga bisa mengajarkan anak untuk berbagi bekal pada teman. Kalaupun anak tidak membawa bekalpun, saya tidak risau karena sekolah sudah menyediakan snack. Istirahat pertama anak-anak mendapatkan snack dari sekolah, istirahat kedua dijadwalkan untuk makan buah, istirahat ketiga waktunya anak-anak makan siang dengan menu yang dipantau oleh guru dan dokter sekolah
b. PR yang tidak memberatkan. PR diberikan sepekan sekali, biasanya diberikan setiap hari Jum’at. PR nya pun tidak melulu butir soal yang harus dijawab. Adakalanya PRnya berupa tugas praktek, misalnya praktek merapikan kamar, menggunting kuku sendiri, membaca buku dan lain-lain. Biasanya untuk PR yang berupa praktek, orang tua diminta bukti foto dan dishare ke grup wa paguyuban kelas.
c. Fun Learning. Proses belajar yang menyenangkan saya simpulkan dari setiap cerita ranjana sepulang sekolah dan dari pemberitahuan guru mengenai kegiatan yang dilakukan di sekolah melalui buku komunikasi. Proses belajar yang tidak melulu di kelas. Ruang kelas yang lumayan luas dan hanya diisi maksimal 28 anak. Kelas Ranjana hanya 21 anak. Pembelajaran diampu oleh 2 guru, sehingga bisa dipastikan setiap anak mendapatkan perhatian dan bimbingan secara merata.
d. Guru ramah menyambut siswa setiap pagi, memberikan salam dan menanyakan kabar.
e. Ada ruang dan waktu untuk bermain. Sekolah bahkan menyediakan aneka permainan tradisional (egrang, teklek, lapangan untuk bermain bola, engklek, gobak sodor, dll)
4. Pengajaran bahasa. Sekolah mengajarkan 4 bahasa, yakni Jawa, Indonesia, Arab, dan Inggris. Untuk pembiasaan muatan praktis penguasaan kebahasaan, selain dijadwalkan secara khusus, guru menggunakan sebagai bahasa pengantar pembelajaran tematik
5. Budaya literasi
Budaya literasi sangat terasa di sekolah. Saya masih ingat waktu kelas 1 Ranjana sering sekali mendapat PR pekanan berupa membaca buku. Buku sengaja dipilihkan guru untuk dibaca di rumah, selanjutnya di hari Senin anak-anak menceritakan buku yang telah dibacanya di hadapan teman-teman sekelasnya. Sekolah mempunyai program remidi untuk anak-anak yang belum bisa membaca dan menulis, biasanya dilakukan sepulang sekolah. Anak-anak juga dimotivasi untuk mengirimkan hasil karyanya ke Koran atau majalah.
6. Komunikasi yang baik antara guru dan orang tua. Adanya buku komunikasi dan grub WA memudahkan komunikasi antara guru dan wali murid. Selain itu juga ada pertemuan rutin untuk pelaporan perkembangan siswa dan sosialisasi program-program sekolah.
7. Fullday = memanfaatkan waktu secara maksimal. 8 jam di sekolah menjadi waktu yang produktif untuk Ranjana. Belajar, bermain, makan, sholat, mengaji dipantau dengan baik di sekolah. Sisa waktunya digunakan untuk berkumpul bersama keluarga dan istirahat di rumah.

Aih panjang ya 🙂
Salam takzim saya haturkan untuk seluruh guru SDIT Luqman Al Hakim Sleman – esluha ALL SMART
Terima kasih atas kesabaran dalam mendidik anak saya.
Bunda Ranjana

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s