PTK Menulis Permulaan

Salam Semangat!

Sahabat guru,

berikut ini saya hadirkan Laporan PTK menulis permulaan dengan metode Struktural Analitik Sintetik. Mohon maaf gambar grafik tidak bisa saya tampilkan. Semoga bermanfaat.

Peningkatan Kemampuan Menulis Permulaan Siswa Kelas IA SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta Melalui Metode Struktural Analitik Sintetik. Semester 1 Tahun Pe 2012/2013

oleh: Arinil Janah

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1.  LATAR BELAKANG

Pembelajaran Bahasa Indonesia mencakup empat (4) keterampilan berbahasa, yakni: mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Salah satu keterampilan berbahasa yang cukup kompleks adalah menulis. Menulis merupakan kegiatan yang paling komplek untuk dipelajari dan diajarkan (Farris, 1993).

Standar kompetensi bidang studi Bahasa Indonesia kelas 1 semester 1 menyebutkan bahwa aspek menulis permulaan meliputi  menjiplak, menebalkan, mencontoh, melengkapi, dan menyalin. Kompetensi dasar yang seharusnya dikuasai adalah: (1) Menjiplak berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf; (2) Menebalkan  berbagai bentuk gambar, lingkaran, dan bentuk huruf; (3) Mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana  dari buku atau papan tulis dengan benar; (4) Melengkapi kalimat yang belum selesai berdasarkan gambar; dan (5) Menyalin puisi anak sederhana dengan huruf lepas.

Berdasarkan pengamatan dalam proses belajar di kelas, dan hasil ulangan harian 1 peneliti mendapati bahwa siswa kelas 1A  SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta belum cukup menguasai keterampilan menulis permulaan. Hal ini diduga disebabkan oleh rendahnya minat siswa untuk belajar aspek menulis. Untuk itulah peneliti melakukan  penelitian tindakan kelas untuk bidang studi bahasa Indonesia aspek menulis.

Untuk tujuan itu, peneliti mencoba menyajikan pembelajaran Bahasa Indonesia aspek menulis dengan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS).  Siswa dituntut untuk berlatih menulis permulaan dengan metode tersebut sehingga ada peningkatan kemampuan dalam menulis permulaan.

Namun demikian, dalam melaksanakan tugas di lapangan penulis mendapatkan beberapa permasalahan, yaitu:

  1. Masih rendahnya kemampuan siswa dalam keterampilan menulis permulaan.
  2. Banyaknya siswa yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal.
  3. Proses belajar mengajar yang belum memakai metode yang tepat misalnya Struktural Analitik Sintetik (SAS).
  4. Media pembelajaran yang belum maksimal digunakan, sehingga kurang menarik minat siswa.

Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti tertarik untuk meneliti proses pembelajaran menulis permulaan di kelas I SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta, terutama mengenai peningkatan kemampuan siswa dalam menulis permulaan  melalui metode Struktural Analitik Sintetik (SAS).

 

1.2.            PEMBATASAN DAN RUMUSAN MASALAH

1.2.1.      Pembatasan Masalah

Agar masalah yang telah diteliti lebih spesifik dan fokus, maka peneliti  membatasi permasalahan pada peningkatan kemampuan siswa kelas IA SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta dalam menulis permulaan melalui metode Struktural Analitik Sintetik (SAS).

 

1.2.2.      Rumusan Masalah

Dari identifikasi dan pembatasan berbagai macam masalah yang ada, peneliti  merumuskan masalah sebagai berikut:

“Apakah Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) dapat meningkatkan kemampuan Siswa Kelas IA SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta dalam menulis permulaan”.

 

1.3.  CARA PEMECAHAN MASALAH

Dalam upaya pemecahan permasalahan tentang rendahnya kemampuan siswa dalam menulis permulaan, proses pembelajaran  dilakukan dengan menggunakan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS).

 

1.4.  HIPOTESIS TINDAKAN

Kegiatan belajar mengajar bidang studi Bahasa Indonesia aspek menulis yang dilakukan dengan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) diduga dapat meningkatkan kemampuan/hasil belajar siswa dalam menulis permulaan.

1.5.            TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN

1.5.1.      Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk:

  1. mengetahui efektifitas penggunaan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS)  di kelas IA SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta.
  2. mengukur kemampuan siswa kelas IA SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta dalam menulis permulaan.
  3. meningkatkan kemampuan  siswa dalam menulis permulaan dengan metode Struktural Analitik Sintetik (SAS).
  4. melatih ketrampilan menulis siswa kelas IA SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta, sehingga memiliki kemampuan dasar yang tepat dalam pembelajaran menulis Bahasa Indonesia

 

1.5.2.      Manfaat Penelitian

a.      Bagi Siswa

1)      meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa dalam ketrampilan menulis permulaan.

2)      menumbuhkan karakter positif pada siswa melalui proses pembelajaran yang dilalui.

3)      pengalaman belajar yang bermakna melalui metode Struktural Analitik Sintetik (SAS).

4)      meningkatkan keterampilan menulis pada siswa.

b.      Bagi Guru

1)      meningkatkan kualitas proses kegiatan belajar mengajar khususnya pembelajaran menulis permulaan.

2)      meningkatkan keterampilan dalam penggunaan media pembelajaran.

3)      meningkatkan kemampuan guru dalam memilih metode yang tepat dalam setiap pembelajaran.

4)      meningkatkan minat untuk melakukan penelitian.

c.       Bagi Guru lain / Sekolah

1)      meningkatkan pemahaman tentang penelitian

2)      meningkatkan pemahaman mengenai metode Struktural Analitik Sintetik (SAS).

 

BAB II

KAJIAN PUSTAKA

 

Berbagai cara dapat dilakukan untuk menyampaikan gagasan/pesan baik penyampaian secara langsung maupun tidak langsung. Penyampaian gagasan secara langsung bisa melalui percakapan antara penyampai pesan kepada pihak yang akan menjadi sasaran pesan tersebut. Sedangkan gagasan/pesan yang disampaikan secara tidak langsung dapat disampaikan secara tidak langsung dapat disampaikan melalui metode khusus misalnya melalui puisi, lagu, cerpen, komik, dongeng dan lain-lain. Berdasarkan ulasan tersebut maka dongeng anak merupakan karya sastra yang disampaikan dalam bentuk tulisan, yang syarat dengan pelajaran moral untuk anak-anak.

 

2.1.       KEMAMPUAN

Kemampuan yang dimiliki oleh manusia adalah bekal baginya yang sangat penting. Kemampuan akan berkembang sesuai dengan perkembangan fisik dan non fisik pada siswa. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007:235) kemampuan berarti kesanggupan, kecakapan, kekuatan kita dalam berusaha sendiri. Selanjutnya, Solchan T.W (2008:133) menjelaskan bahwa, kemampuan menulis adalah kemampuan menyampaikan pesan kepada pihak lain secara tertulis. Kemampuan ini bukan hanya berkaitan dengan kemahiran siswa menyusun dan menuliskan symbol-simbol tertulis, tetapi juga mengungkapkan pikiran, pendapat, sikap, dan perasaannya secara jelas dan sistematis sehingga dapat dipahami oleh orang yang menerimanya, seperti yang dia maksudkan.

 

2.2.            MENULIS

Menulis adalah meletakkan simbol grafis yang mewakili bahasa yang dimengerti orang lain. Jadi, orang lain dapat membaca simbol grafis itu, Jika mengetahui bahwa itu menjadi bagian dari ekspresi bahasa(Lado, 1964).

Menulis memerlukan keterampilan karena diperlukan latihan-latihan yang berkelanjutan dan terus-menerus (Dawson, dkk, dalam Nurchasanah 1997:68). Secara garis besar, menulis adalah bentuk dari komunikasi yang membutuhkan keterampilan agar menghasilkan tulisan yang baik. Pendapat tersebut dipertegas oleh Crimmon (1984). Menulis adalah kerjakeras, tetapi juga merupakan kesempatan untuk menyampaikan sesuatu tentang diri sendiri mengkomunikasikan gagasan kepada orang lain, bahkan dapat mempelajari sesuatu yang belum diketahui.

Henry Guntur Tarigan (1986: 15), menjelaskan pengertian menulis sebagai kegiatan menuangkan ide/gagasan dengan menggunakan bahasa tulis sebagai media penyampai. Tarigan (1995) juga menjelaskan bahwa menulis berarti mengekspresikan secara tertulis gagasan, ide, pendapat, atau pikiran dan perasaan. Sarana mewujudkan hal itu adalah bahasa. Isi ekspresi melalui bahasa itu akan dimengerti orang lain atau pembaca bila dituangkan dalam bahasa yang teratur, sistematis, sederhana, dan mudah dimengerti. McCrimmon dalam St. Y. Slamet (2008: 141) mengungkapkan pengertian menulis sebagai kegiatan menggali pikiran dan perasaan mengenai suatu subjek, memilih hal-hal yang akan ditulis, menentukan cara menuliskannya sehingga pembaca dapat memahaminya dengan mudah dan jelas.

Menulis bukan sesuatu yang diperoleh secara spontan, tetapi memerlukan usaha sadar “menuliskan” kalimat dan mempertimbangkan cara mengkomunikasikan dan mengatur (Donn Byrne (1988). Menulis tidak hanya membuat satu kalimat atau hanya beberapa hal yang tidak berhubungan, tetapi menghasilkan serangkaian hal yang teratur, yang berhubungan satu dengan yang lain, dan dalam gaya tertentu. Rangkaian kalimat itu bisa pendek, mungkin hanya dua atau tiga kalimat, tetapi kalimat itu diletakkan secara teratur dan berhubungan satu dengan yang lain, dan membentuk kesatuan yang masuk akal. Tujuan yang diharapkan dalam pembelajaran menulis adalah agar siswa mampu mengungkapkan gagasan, pendapat, pengetahuan secara tertulis serta memiliki kegamaran menulis (Depdikbud, 1997).

Menulis pada hakikatnya merupakan pemindahan pikiran atau perasaan kedalam bentuk lambang bahasa (Semi, 1990). Menulis dalam arti komunikasi adalah menyampaikan pengetahuan atau informasi tentang subjek (Gere, 1985).   Menulis berarti mendukung ide. Menulis atau mengarang adalah kemampuan menggunakan pola-pola dalam tampilan tertulis untuk mengungkapkan gagasan atau pesan. Kemampuan menulis mencakup berbagai kemampuan, seperti kemampuan menguasai gagasan yang dikemukakan, kemampuan menggunakan unsur-unsur bahasa, kemampuan menggunakan gaya, dan kemampuan menggunakan ejaan serta tanda baca.

Berdasarkan beberapa pendapat  ahli diatas dapat dikatakan bahwa menulis merupakan komunikasi tidak langsung yang berupa pemindahan pikiran atau perasaan dengan memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosakata dengan menggunakan simbol-simbol sehingga dapat dibaca seperti apa yang diwakili oleh simbol tersebut.

 

2.3.       PENGERTIAN METODE

Metode adalah cara yang telah teratur dan terpilih secara baik untuk mencapai suatu maksud, cara mengajar (KBB,2007: 649). Metode merupakan teknik atau cara yang harus dilalui untuk melakukan suatu pekerjaan dalam rangka mencapai suatu tujuan (Roestiyah, 1988:1). Menurut Siliwangi (1994:4) metode adalah cara yang dipilih untuk mencapai tujuan tertentu sehubungan dengan hal tersebut.  Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa yang dimaksud dengan metode adalah cara yang dianggap efisien yang digunakan untuk dapat mencapai hasil secara optimal.

 

2.4.       METODE STRUKTURAL ANALITIK SINTETIK

Metode Struktural Analitik Sintetik adalah suatu pendekatan cerita yang disertai dengan gambar, yang di dalamnya terkandung unsur struktur analitik sintetik (Supriyadi 1996: 334-335). Metode SAS menurut Djauzak (1996:8) adalah suatu metode pembelajaran menulis permulaan yang didasarkan atas pendekatan cerita yakni cara memulai mengajar menulis dengan menampilkan cerita yang diambil dari dialog siswa dan guru atau siswa dengan siswa.

Teknik pelaksanaaan  pembelajaran metode SAS yakni keterampilan menulis huruf, kartu suku kata, kartu kata dan kartu kalimat. Proses operasional metode SAS mempunyai langkah-angkah dengan urutan sebagai berikut: (1) Struktur yaitu menampilkan  keseluruhan, (2) Analitik yaitu melakukan proses penguraian, (3) Sintetik yaitu melakukan penggabungan pada struktur semula. Demikian langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam pembelajaran menulis permulaan dengan metode SAS, sehingga hasil belajar itu benar-benar menghasilkan struktur Analitik Statis (Sabana: 176).

Kegiatan pembelajaran menulis permulaan dengan metode Struktural
Analitik Sintetik (SAS) dilakukan dengan langkah-langkah sebagai berikut :

  1. Guru bercerita atau berdialog dengan siswa.
  2. Guru memperlihatkan gambar yang berhubungan dengan isi cerita.
  3. Guru Menulis beberapa kalimat sebagai kesimpulan dari isi cerita.
  4. Guru Menulis satu kalimat yang diambil dari isi cerita.
  5. Guru Menulis kata-kata sebagai uraian dari kalimat.
  6. Guru Menulis suku-suku kata sebagai uraian dari kata-kata.
  7. Guru Menuliskan huruf –huruf sebagai uraian dari suku-suku kata.
  8. Guru Mensintesiskan huruf-huruf menjadi suku-suku kata.
  9. Guru Menyatukan kata-kata menjadi kalimat.

Agar siswa memiliki kemampuan menulis, maka setiap langkah tersebut
dilakukan oleh siswa dengan cara menyalin tulisan yang ditulis guru dalam setiap langkah pembelajaran. Demikian langkah-langkah yang dilakukan dalam menulis permulaan dengan metode SAS sehingga hasil belajar ini benar-benar menghasilkan sturuktur analitik sintetik.

Berdasarkan kutipan tersebut, menurut pendapat peneliti metode SAS dapat digunakan untuk menciptakan  suasana pembelajaran yang inovatif, dan dapat memecahkan masalah yang berkaitan dengan tingkat kemampuan menulis permulaan siswa.

 

BAB III

PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN

 

3.1.       SUBJEK PENELITIAN

3.1.1. Tempat Pelaksanaan

Penelitian dilaksanakan di SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta, dengan alamat Jalan Timoho II Gang Deliuma No 2 Yogyakarta. Subjek penelitian meliputi siswa di kelas IA dengan jumlah 36 siswa yang terdiri dari 18 anak laki-laki dan 18 siswa perempuan. Mata pelajaran yang dipilih adalah Bahasa Indonesia aspek menulis dengan materi mencontoh huruf, kata dan kalimat sederhana.

 

3.1.2. Waktu Pelaksanaan

Waktu pelaksanaan pada bulan  September 2012. Siklus I dilaksanakan pada tanggal 20 September 2012 dan siklus II pada tanggal 27 September 2012.

 

3.2.       DESKRIPSI PER SIKLUS

3.2.1. Prosedur Pelaksanaan

Penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan oleh peneliti ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Kegiatan pembelajaran masing-masing siklus terdiri dari 4 tahap yaitu:

  1. Perencanaan tindakan
  2. Pelaksanaan tindakan
  3. Observasi
  4. Refleksi

Setelah melalui proses observasi hasil refleksi digunakan untuk menyusun rencana perbaikan, jiika tindakan yang dilakukan oleh peneliti belum berhasil memecahkan masalah yang dihadapi. Dan apabila perbaikan pembelajaran telah mencapai tujuan yang diinginkan maka kegiatan inipun akan dihentikan.

3.2.2. Prosedur Umum Penelitian Tindakan Kelas

Penulisan laporan penelitian tindakan kelas ini disusun setelah peneliti  melakukan 2 siklus perbaikan pembelajaran. Masing-masing siklus dianalisis kekurangan dan kemajuan yang telah dicapai baik oleh siswa maupun guru. Hasil analisis setiap siklus dipakai sebagai acuan dari siklus berikutnya. Ketika peneliti  mengidentifikasi dan menganalisa masalah dibantu oleh teman sejawat dan supervisor.

Adapun langkah-langkah dalam pelaksanaan penelitian tindakan kelas  yaitu:

  1. Perencanaan penelitian tindakan kelas yang mencakup identifikasi kelas yang mencakup identifikasi masalah, analisis masalah, perumusan masalah, hipotesis tindakan dan rencana tindakan.
  2. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas meliputi tempat, waktu pelaksanaan, prosedur pelaksanaan penelitian tindakan kelas.
  3. Hasil penelitian tindakan kelas dan pembahasannya.
  4. Kesimpulan dan saran yang dilakukan di akhir laporan penelitian tindakan kelas.

Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus yang sesuai dengan tingkat keberhasilan yang dicapai oleh siswa ataupun guru. Setiap siklus dilakukan satu tindakan yang dilaksanakan dalam kegiatan belajar mengajar (KBM) dengan durasi 2 x 35 menit. Setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Adapun pengukuran terhadap hasil belajar, dilakukan dengan cara memberikan tugas dalam proses dan disetiap kegiatan pembelajaran diakhiri dengan tes akhir.

Observasi awal dilakukan oleh peneliti selama proses pembelajaran sehingga ditemukan masalah yang kemudian masalah tersebut dicarikan solusi/pemecahannya dengan cara dilakukan penelitian. Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti dibantu oleh teman sejawat sebagai observe, yang tugasnya memberi informasi dan data perkembangan siswa selama dilakukan upaya perbaikan pembelajaran. Adapun hasil dari setiap tindakan perbaikan dipakai sebagai bahan refleksi, untuk menentukan perlu tidaknya diadakan tindakan perbaikan berikutnya.

Secara garis besar kegiatan yang dilakukan pada setiap siklus penelitian adalah sebagai berikut:

a.      Siklus I

1)      Perencanaan Tindakan I

Setelah peneliti berhasil menganalisis permasalahan pembelajaran yang ditemukan, maka hasil analisis dijadikan bahan untuk merencanakan perbaikan pembelajaran. Adapun tahapannya adalah:

a)      Menyiapkan rencana perbaikan pembelajaran

b)      Menyiapkan media berupa teks lagu ABC

c)      Menyiapkan media berupa kartu huruf, kartu kata, dan contoh kalimat sederhana.

d)     Menyiapkan lembar kerja siswa (LKS)

e)      Menyiapkan alat evaluasi

f)       Menyiapkan lembar observasi

 

2)      Pelaksanaan Tindakan I

a)      Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan apersepsi berupa tanya jawab.

b)      Guru menyampaikan tujuan pembelajaran

c)      Guru mengajak siswa menyanyikan lagu ABC

d)     Guru melakukan pendalaman materi dengan tanya jawab.

e)      Siswa dibimbing guru membaca kartu huruf dan kata serta kalimat sederhana di papan tulis.

f)       Siswa mencontoh huruf, kata, dan kalimat sederhana.

g)      Siswa mengerjakan LKS

h)      Pengamat mengamati dan mencatat proses pembelajaran dalam lembar observasi

 

3)      Observasi Tindakan I

Selama proses belajar mengajar peneliti dibantu teman sejawat sebagai observer melakukan pengamatan dengan lembar observasi. Dalam observasi ini observer mencatat ada 16 siswa (44,44%) telah bersungguh-sungguh mengikuti pembelajaran dan dapat menjawab pertanyaan dengan benar.

 

4)      Refleksi Tindakan I

Refleksi dilakukan untuk menemukan kegiatan-kegiatan yang perlu diperbaiki serta menetapkan solusinya. Hasil refleksi terhadap kegiatan pembelajaran pada siklus pertama adalah sebagai berikut. Siswa mengalami kebosanan dalam pembelajaran Banyak siswa mengalami kesulitan dalam menulis. Hasil mengerjakan tugas masih jauh dari harapan. Hasil belajar siswa yang memenuhi KKM baru 44,44%.

Berdasarkan rekomendasi dari observer, solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah mencari metode atau strategi pembelajaran yang lebih menarik. Untuk itu perlu diadakan perbaikan II agar lebih meningkatkan minat siswa dan hasil belajar.

 

  1. b.       Siklus II

1)      Perencanaan Tindakan II

a)      Menyiapkan rencana perbaikan pembelajaran

b)      Menyiapkan media pembelajaran berupa teks lagu tingginya huruf

c)      Menyiapkan media berupa contoh kalimat dengan metode SAS

d)     Menyiapkan lembar kerja siswa (LKS)

e)      Menyiapkan lembar observasi

f)       Menyiapkan lembar evaluasi

 

2)      Pelaksanaan Tindakan II

a)      Guru mengawali kegiatan pembelajaran dengan apersepsi berupa tanya jawab.

b)      Guru  menyampaikan tujuan pembelajaran

c)      Guru mengajak siswa menyanyikan lagu Tingginya Huruf.

d)     Siswa dibimbing guru membaca kalimat sederhana

e)      Siswa mencontoh kalimat sederhana

f)       Siswa mengerjakan LKS

g)      Siswa mengerjakan soal tes akhir

h)      Pengamat mengamati dan mencatat  proses pembelajaran dalam lembar obsercasi.

 

3)      Observasi Tindakan II

Selama proses belajar mengajar peneliti dibantu teman sejawat sebagai observer melakukan pengamatan dengan lembar observasi. Data hasil observasi terlibat bahwa minat siswa dalam mengikuti pembelajaran meningkat secara tajam. Dari 16 siswa pada siklus I menjadi 35 siswa, meningkat 52,78%.

 

4)      Refleksi Tindakan II

Dari data yang telah dikumpulkan lalu diadakan analisis, maka peneliti dan observer berdiskusi dan sepakat bahwa metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) sangat tepat digunakan dalam pembelajaran menulis permulaan. Terbukti 97,22% siswa berminat dan antusias untuk mengikuti pembelajaran. dibandingkan pada siklus I sebanyak 16 siswa (44,44%) dapat memenuhi KKM, meningkat 52,78% .

 

 

 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

 

 

Prestasi belajar siswa kelas IA SDIT Luqman Al Hakim Yogyakarta. Apabila dilihat dari Nilai Ulangan Harian pertama  Bahasa Indonesia semester I tahun 2012-2013 maka dapat diklasifikasikan bahwa sebanyak 2 siswa (5,56%) memiliki nilai yang dapat diklasifikasikan sangat baik, lalu 10 siswa (27,78%) dapat diklasifikasikan baik, 8 siswa (22,22%) diklasifikasikan sedang/cukup,  9 siswa (25%) diklasifikasikan rendah, dan 7 siswa (19,44%) diklasifikasikan sangat rendah.

Oleh karena itu, secara umum kemampuan siswa bisa dikatakan cukup/sedang, karena baru ada 12 siswa (33,34%) yang nilainya dapat memenuhi  Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Adapun KKM Bahasa Indonesia untuk tahun pelajaran 2012-2013 adalah 76. Berikut tabel                                                                                           nilai Ulangan Harian 1  dan tabel kriteria hasil belajar siswa sebelum tindakan:

Tabel 1.  Nilai Ulangan Harian I Sebelum Tindakan

No Nama Siswa  

Nilai

 

Ketuntasan  

No

 

Nama Siswa

 

Nilai

Ketuntasan
Tuntas Tidak Tuntas Tidak
1 A. Abiyyu 85   19 M. Isyrofuddin 70  
2 Abidzar B 80   20 M. Hafid Al B 80  
3 Agis Fadhilla 60   21 M. Hafy Sadra 35  
4 Ananda Alif A 80   22 M. Imamul A 75  
5 Aufa Nuuruz 80   23 M. Irsyad R 50  
6 Azizah Rahma 30   24 M. Rafi R 85  
7 Azka Ulya R 75   25 M. Yusuf M 70  
8 Burhan C 65   26 Munif Mussafi 35  
9 Fadhlan T 35   27 Narisa R 50  
10 Faiz Rajendra 65   28 Nayaka N.R 70  
11 Farah M 60   29 Pahlevi Al W 90  
12 Farida Zulfa G 60   30 Darajatunnisa    55  
13 Fauziya H 85   31 Reza Ardhanu 30  
14 Fata Rasyid A 80   32 Syafia Rasyida 75  
15 Hafizh N 30   33 Syahida Muna 90  
16 Hurin Nabila 80   34 Syerfina A 80  
17 Khafaisya P.S 70   35 Zaimatun Nisa 75  
18 Malika Dzikra 65   36 Zakia Muslicha 30  

 

Tabel 2. Kriteria Hasil Belajar Siswa Sebelum Tindakan

 

Skor Interval Klasifikasi Frekuensi Presentase (%)
86 – 100 Sangat baik 2 5,56%
76 – 85 Baik 10 27,78%
66 – 75 Cukup 8 22,22%
41 – 65 Rendah 9 25%
0 – 40 Sangat rendah 7 19,44%
  36 100%

 

Berikut ini adalah grafik persentase hasil belajar siswa sebagai data awal sebelum diadakan penelitian.

 

Grafik 1. Persentase Hasil Belajar Siswa  pada Awal Pembelajaran

 

 

 

Dengan data awal tersebut maka penulis membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran sebagai berikut:

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

Tema                               :    Kesehatan

Kelas / Semester             :    I / 1

Alokasi Waktu                :    2 x 35 menit (1 x pertemuan)

Hari dan tanggal             :    Kamis, 20 September 2012

Mata Pelajaran                :    Bahasa Indonesia

A.      Standar Kompetensi :

4. Menulis permulaan dengan menjiplak, menebalkan, mencontoh, melengkapi, dan menyalin

 B.       Kompetensi Dasar :

4.3   Mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana  dari buku atau papan tulis dengan benar

C.      Indikator :

4.3.1 Membaca huruf, kata, atau kalimat sederhana  dari buku atau papan tulis dengan benar

4.3.2 Mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana  dari buku atau papan tulis dengan benar

D.      Tujuan Pembelajaran :

  1. Siswa dapat membaca huruf, kata, atau kalimat sederhana  dari buku atau papan tulis dengan benar
  2. Siswa dapat mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana  dari buku atau papan tulis dengan benar

E.       Nilai Karakter :

    1. Disiplin
    2. Kerja keras
    3. Mandiri
    4. Tanggung jawab

F.       Materi Ajar :

Menulis permulaan (mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana)

G.      Metode / Pendekatan :

    1. Informasi
    2. Tanya jawab
    3. Demonstrasi
    4. Pemberian tugas

 

H.      Kegiatan Pembelajaran :

    1. I.          Kegiatan Pendahuluan
    2. Siswa bersama guru berdoa untuk memulai pembelajaran
    3. Siswa mendengarkan penjelasan mengenai kompetensi dasar materi yang akan dipelajari
    4. Siswa bertanya jawab mengenai materi sebelumnya

II.       Kegiatan Inti

Eksplorasi

1)      Siswa menyanyikan lagu ABC

2)      Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana

Elaborasi

1)      Siswa membaca huruf, kata, atau kalimat sederhana

2)      Siswa mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana

3)      Siswa mengerjakan LKS

Konfirmasi

1)      Siswa menanyakan hal-hal yang belum jelas

2)      Siswa mendapat umpan balik dari guru

III.    Kegiatan Penutup

  1. Siswa bersama guru menyimpulkan hasil belajar
  2. Siswa  menjawab pertanyaan guru secara lisan untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari selama pembelajaran (evaluasi hasil belajar)
  3. Salah satu siswa  memimpin doa untuk mengakhiri pembelajaran

I.         Penilaian :

I).       Penilaian Tertulis

Contoh instrument:

Contohlah huruf, kata, dan kalimat berikut!

II).    Kriteria penilaian

  1. Produk (mencontoh huruf, kata, dan kalimat sederhana)
No Aspek Kriteria Skor
1 Konsep (tinggi huruf) Semua benar

Sebagian besar benar

Sebagian kecil benar

Semua salah

4

3

2

1

2 Kerapian Rapi

Cukup rapi

Kurang rapi

3

2

1

 

 J.        Alat dan Sumber Bahan :

1)      Alat/media:

Teks lagu ABC

Kartu huruf dan kartu kata

Contoh kalimat sederhana

2)      Sumber bahan:

Nara sumber

Buku Bahasa Indonesia kelas I

LKS

Lagu ABC

 

4.1.                 DESKRIPSI PER SIKLUS

4.1.1.           Siklus I

4.1.1.1.     Perencanaan Tindakan I

Pelaksanaan tindakan I dimulai dengan kegiatan awal yaitu persiapan kelas. Dilakukan 15 menit sebelum pelaksanaan pembelajaran. Persiapan yang diperlukan meliputi: menyiapkan kartu huruf, hartu kata, dan kalimat. Selain itu juga disiapkan teks musik pengiring/pendukung.  Dipersiapkan pula meja dan kursi untuk pengamat, rencana pembelajaran, dan lembar observasi.

 

4.1.1.2.     Pelaksanaan Tindakan I

Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) berlangsung dengan 3 kegiatan, yaitu pendahuluan, kegiatan inti, dan penutup.

1.        Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, peneliti memotivasi siswa agar lebih siap mengikuti pembelajaran. Selanjutnya peneliti menjelaskan kompetensi dasar dari pembelajaran.

2.        Kegiatan Inti

Dalam kegiatan inti, peneliti mengajak siswa untuk menyanyikan lagu ABC, membaca kartu huruf, kata, dan kalimat. Kemudian siswa menyalin kalimat dari papan tulis, dan mengerjakan LKS. Di akhir kegiatan inti, siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti berkaitan dengan pembelajaran dan mendapat umpan balik.

3.        Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup peneliti menanyakan perasaan siswa selama mengikuti pembelajaran. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dari siswa dan sebagai refleksi terhadap pembelajaran.

 

4.1.1.3.     Observasi Tindakan I

Adapun setelah kegiatan belajar mengajar selesai, guru dan pengamat mencermati dan menganalisa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tersebut. Temuan yang di dapat oleh pengamat adalah guru sudah melaksanakan KBM sesuai waktu yang ditentukan. Pelaksanaan pembelajaran juga sesuai dengan rencana persiapan.

 

4.1.1.4.     Refleksi Tindakan I

Refleksi dilakukan untuk menemukan kegiatan-kegiatan yang perlu diperbaiki serta menetapkan solusinya. Hasil refleksi terhadap kegiatan pembelajaran pada siklus pertama adalah sebagai berikut. Siswa mengalami kebosanan dalam pembelajaran. Hanya beberapa siswa yang nampak aktif dalam pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa partisipasi siswa kurang. Hasil mengerjakan tugas masih jauh dari harapan. Masih banyak siswa yang nilainya belum mencapai KKM. Hasil observasi pengamat menyimpulkan bahwa siswa kurang tertarik dengan alat peraga.

Solusi untuk mengatasi masalah tersebut adalah mencari alat peraga yang lebih menarik minat siswa.

Berikut adalah Rencana Perbaikan Pembelajaran yang sudah dirubah metode dan alat peraga yang dipakai:

 

 

 

 

 

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

(RPP)

 

Tema                               :    Kesehatan

Kelas / Semester             :    I / 1

Alokasi Waktu                :    2 x 35 menit (1 x pertemuan)

Hari dan tanggal             :    Kamis, 27 September 2012

Mata Pelajaran                :    Bahasa Indonesia

 

  1. A.       Standar Kompetensi :

4. Menulis permulaan dengan menjiplak, menebalkan, mencontoh, melengkapi, dan menyalin

 

  1. B.       Kompetensi Dasar :

4.3   Mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana  dari buku atau papan tulis dengan benar

 

  1. C.      Indikator :

4.3.1 Membaca huruf, kata, atau kalimat sederhana  dari buku atau papan tulis dengan benar

4.3.2 Mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana  dari buku atau papan tulis dengan benar

 

  1. D.      Tujuan Pembelajaran :
  2. Siswa dapat membaca huruf, kata, atau kalimat sederhana  dari buku atau papan tulis dengan benar

2        Siswa dapat mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana  dari buku atau papan tulis dengan benar

 

  1. E.       Nilai Karakter :
    1. Disiplin
    2. Kerja keras
    3. Mandiri
    4. Tanggung jawab

 

  1. F.        Materi Ajar :

Menulis permulaan (mencontoh huruf, kata, atau kalimat sederhana)

 

  1. G.      Metode / Pendekatan :
    1. Informasi
    2. Tanya jawab
    3. Demonstrasi
    4. Pemberian tugas

 

 

  1. H.       Kegiatan Pembelajaran :
    1. I.       Kegiatan Pendahuluan
    2. Siswa bersama guru berdoa untuk memulai pembelajaran
    3. Siswa mendengarkan penjelasan mengenai kompetensi dasar materi yang akan dipelajari
    4. Siswa bertanya jawab mengenai materi sebelumnya

 

  1. II.    Kegiatan Inti
    1. Eksplorasi

1)   Siswa menyanyikan lagu Tingginya Huruf

2)   Siswa mendengarkan penjelasan guru mengenai langkah-langkah mencontoh kalimat sederhana menggunakan metode Struktural Analitik Sintetik

  1. Elaborasi

1)   Siswa membaca huruf, kata, atau kalimat sederhana

2)   Siswa mencontoh kalimat sederhana mengikuti langka-langkah metode Struktural Analitik Sintetik

3)   Siswa mengerjakan LKS

  1. Konfirmasi

1)   Siswa menanyakan hal-hal yang belum jelas

2)   Siswa mendapat umpan balik dari guru

 

III). Kegiatan Penutup

  1. Siswa bersama guru menyimpulkan hasil belajar
  2. Siswa  menjawab pertanyaan guru secara lisan untuk mengetahui penguasaan materi yang telah dipelajari selama pembelajaran (evaluasi hasil belajar)
  3. Salah satu siswa  memimpin doa untuk mengakhiri pembelajaran

 

  1. I.       Penilaian :
    1. I.             Penilaian Tertulis

Contoh instrument:

Perhatikan gambar kemudian salinlah seperti contoh!

 

  1. II.          Kriteria penilaian
    1. Produk (mencontoh huruf, kata, dan kalimat sederhana)
No Aspek Kriteria Skor
1 Konsep (tinggi huruf) Semua benar

Sebagian besar benar

Sebagian kecil benar

Semua salah

4

3

2

1

2 Kerapian Rapi

Cukup rapi

Kurang rapi

3

2

1

 

 

  1. J.      Alat dan Sumber Bahan :
    1. Alat/media:

Teks lagu Tingginya Huruf

Gambar

Kartu huruf dan kartu kata

Contoh kalimat sederhana

  1. Sumber bahan:

Nara sumber

Buku Bahasa Indonesia kelas I

LKS

Lagu Tingginya Huruf

 

 

4.1.2.           Siklus II

4.1.2.1.     Perencanaan Tindakan II

Peneliti menyiapkan alat peraga kartu huruf, kata, kalimat serta menyiapkan alat peraga tambahan berupa  tayangan LCD yaitu gambar-gambar yang sesuai dengan kalimat yang akan dicontoh siswa. Selain itu juga menyiapkan teks lagu yang berisi materi aturan baku menulis huruf lepas, dilengkapi dengan instrument musik yang digemari siswa.

4.1.2.2.     Pelaksanaan Tindakan II

Kegiatan belajar mengajar meliputi 3 kegiatan yaitu pendahuluan, inti, dan penutup.

  1. 1.         Kegiatan Pendahuluan

Dalam kegiatan pendahuluan, peneliti memotivasi siswa agar lebih siap mengikuti pembelajaran. Selanjutnya peneliti menjelaskan kompetensi dasar dari pembelajaran.

2.         Kegiatan Inti

Dalam kegiatan inti, peneliti mengajak siswa untuk menyanyikan lagu Tinggi Huruf, membaca kartu huruf, kata, dan kalimat. Kemudian siswa menyalin kalimat dari papan tulis, dan mengerjakan LKS. Di akhir kegiatan inti, siswa diberi kesempatan untuk menanyakan hal-hal yang belum dimengerti berkaitan dengan pembelajaran dan mendapat umpan balik.

3.         Kegiatan Penutup

Dalam kegiatan penutup peneliti menanyakan perasaan siswa selama mengikuti pembelajaran. Hal ini dimaksudkan untuk mendapatkan masukan dari siswa dan sebagai refleksi terhadap pembelajaran.

 

4.1.2.3.     Observasi Tindakan II

Peneliti telah memiliki kemampuan yang baik untuk menjelaskan metode Struktural Analitik Sintetik menggunakan media yang sudah disiapkan dengan matang. Siswa kelihatan sangat antusias dalam belajar, juga terlihat sangat menikmati  proses belajar.

 

4.1.2.4.     Refleksi Tindakan II

Hasil refleksi terhadap kegiatan pembelajaran pada siklus kedua adalah sebagai berikut. Kegiatan pembelajaran berlangsung secara sangat baik, siswa lebih berminat menjalani pembelajaran, lebih berani berekspresi, suasana belajar alami dan menyenangkan. Para siswa aktif melakukan tugas-tugasnya dan hasil tes pun mencapai KKM.

Penelitian ini menunjukkan bahwa pemilihan Metode Struktural Analitik Sintetik menggunakan alat peraga berupa tayangan LCD dapat meningkatkan minat belajar Bahasa Indonesia dan meningkatkan kemampuan siswa khususnya dalam menulis permulaan. Dan hasil penelitian ini membuktikan bahwa peningkatan prestasi belajar siswa tidak lepas dari ketepatan dalam memakai metode pembelajaran.

 

4.2.       PEMBAHASAN DARI SETIAP SIKLUS

Adapun setelah melalui tindakan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi pada masing-masing siklusnya. Maka selama 2 siklus yang berjalan dapat diperoleh hasil sebagai berikut:

 

 

4.2.1. Hasil Penelitian Siklus I

Pada penelitian tindakan kelas pada siklus I, guru menjelaskan Metode Strukturak Analitik Sintetik dengan satu arah Dalam menyampaikan proses pembelajaran tahap ini guru sudah berusaha mengajar dengan komunikatif. Dan memang beberapa siswa terlihat antusias mendengarkan. Dari analisa kegiatan pembelajaran pada siklus I didapatkan data sebagai berikut:

 

4.2.1.1.     Faktor Siswa

Pada awal kegiatan siswa mulai terlihat berminat mengikuti pembelajaran dengan menjawab pertanyaan pre tes lisan guru tentang aturan baku penulisan huruf. Ada sekitar 10 anak (32%) siswa yang terlihat sangat antusias, dan aktif mengikuti kegiatan pembelajaran. Adapun siswa yang lain, terlihat kurang berminat bahkan masih banyak siswa yang kurang berkonsentrasi.

 

4.2.1.2.     Faktor Guru

Dari hasil pengamatan observer menunjukkan bahwa guru masih belum optimal dalam menggunakan alat peraga. Dan belum sepenuhnya menguasai metode pembelajaran yang digunakan.

 

4.2.1.3.     Hasil Belajar

Dari hasil tes akhir, menunjukkan nilai yang telah memenuhi KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) hanya 16 siswa (44,44%). Dan ada 20 anak yang belum memenuhi Kriteria Ketuntasan Minimal/KKM namun berminat. Dan ada 2 anak (5,55%) yang nilainya sangat rendah dan kurang konsentrasi. Berikut tabel nilai hasil belajar pada siklus I dan table kriteria hasil belajar siswa pada siklus I.

 

 

 

 

 

 

Tabel 3.  Nilai Hasil Belajar pada Siklus I

No Nama Siswa  

Nilai

 

Ketuntasan  

No

 

Nama Siswa

 

Nilai

Ketuntasan
Tuntas Tidak Tuntas Tidak
1 A. Abiyyu 90   19 M. Isyrofuddin 75  
2 Abidzar B 85   20 M. Hafid Al B 85  
3 Agis Fadhilla 70   21 M. Hafy Sadra 55  
4 Ananda Alif A 90   22 M. Imamul A 80  
5 Aufa Nuuruz 85   23 M. Irsyad R 70  
6 Azizah Rahma 55   24 M. Rafi R 95  
7 Azka Ulya R 80   25 M. Yusuf M 75  
8 Burhan C 75   26 Munif Mussafi 65  
9 Fadhlan T 70   27 Narisa R 70  
10 Faiz Rajendra 75   28 Nayaka N.R 75  
11 Farah M 75   29 Pahlevi Al W 95  
12 Farida Zulfa G 75   30 Darajatunnisa 75  
13 Fauziya H 95   31 Reza Ardhanu 40  
14 Fata Rasyid A 85   32 Syafia Rasyida 80  
15 Hafizh N 40   33 Syahida Muna 95  
16 Hurin Nabila 85   34 Syerfina A 90  
17 Khafaisya P.S 75   35 Zaimatun Nisa 85  
18 Malika Dzikra 75   36 Zakia Muslicha 55  

 

Tabel 4.  Kriteria Hasil Belajar Siswa Siklus I

 

Skor Interval Klasifikasi Frekuensi Presentase (%)
86 – 100 Sangat baik 7 19,44%
76 – 85 Baik 9 25%
66 – 75 Cukup 14 38,89%
41 – 65 Rendah 4 11,11%
0 – 40 Sangat rendah 2 5,55%
  36 100%

 

 

Berikut ini adalah grafik persentase hasil belajar siswa pada silkus 1:

Grafik 2. Persentase Hasil Belajar Siswa pada Siklus 1

 

 

Analisis terhadap hasil observasi dan hasil tes akhir dijadikan sebagai bahan untuk menentukan tindakan selanjutnya. Setelah itu antara penulis, teman sejawat dan supervisor mengadakan refleksi dan diskusi. Dalam diskusi tersebut diperoleh catatan-catatan penting sebagai berikut:

  1. Guru harus mampu meningkatkan kualitas proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) dengan mengembangkan berbagai macam metode pengajaran yang menarik bagi siswa.
  2. Guru harus mampu membuat alat peraga yang cocok dengan materi pembelajaran. Alat peraga yang bagus akan menarik minat siswa agar lebih fokus terhadap materi.
  3. Guru harus mampu menciptakan suasana pembelajaran yang menyenangkan.

 

4.2.2. Hasil Penelitian Siklus II

Berdasarkan hasil refleksi pada Siklus I maka perbaikan pembelajaran untuk siklus II dilaksanakan dan diperoleh hasil sebagai berikut:

 

 

4.2.2.1.     Faktor Siswa

Suasana Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di kelas, tampak sangat menyenangkan dan sangat antusias ada 35 siswa (97,22%) sudah bersungguh-sungguh mengikuti pembelajaran dan antusias dalam mengerjakan tugas/latihan. Hanya ada satu siswa yang kurang bersungguh-sungguh (2,78%).

Berikut adalah data minat dan keaktifan siswa.

Tabel 5.  Minat dan Keaktifan Siswa

 

Klasifikasi Frekuensi Prosentase (%)
B 35 97,22%
C 1 2,78%
K
36 100%

* Keterangan:

1)   B = artinya baik, yaitu siswa yang sungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran dan dapat menjawab pertanyaan guru dengan mayoritas jawaban benar.

2)   C = artinya cukup, yaitu siswa yang sungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran tetapi tidak dapat menjawab pertanyaan guru dengan mayoritas benar atau dapat menjawab pertanyaan guru tetapi tidak bersungguh-sungguh (konsentrasi) saat Kegiatan Belajar Mengajar.

3)   K = artinya kurang, yaitu siswa yang tidak bersungguh-sungguh dalam mengikuti Kegiatan Belajar Mengajar dan tidak dapat menjawab pertanyaan guru.

 

 

4.2.2.2.     Faktor Guru

Pada siklus ini guru memberi kesempatan pada siswa untuk bereksplorasi pada materi yang dikenal oleh siswa,.

Guru juga berusaha menggunakan alat peraga yang menarik sehingga siswa mampu dan antusias dalam KBM.

 

4.2.2.3.     Hasil Belajar Siswa

Bila dilihat perbandingan antara siklus I dan siklus II menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dan menggembirakan. Dari hasil belajar 36 siswa sudah memenuhi KKM (97,22%), meningkat 52,78%, jika dibandingkan dengan siklus I. siswa yang mendapatkan nilai yang sangat baik 41,67%, nilai baik 55,55%, nilai cukup 2,78%. Berikut ini tabel nilai hasil belajar pada siklus II dan tabel kriteria hasil belajar siswa pada siklus II.

 

Tabel 6. Nilai Hasil Belajar Siswa pada Siklus II

No Nama Siswa  

Nilai

 

Ketuntasan  

No

 

Nama Siswa

 

Nilai

Ketuntasan
Tuntas Tidak Tuntas Tidak
1 A. Abiyyu 100   19 M. Isyrofuddin 85  
2 Abidzar B 100   20 M. Hafid Al B 95  
3 Agis Fadhilla 80   21 M. Hafy Sadra 80  
4 Ananda Alif A 95   22 M. Imamul A 85  
5 Aufa Nuuruz 95   23 M. Irsyad R 80  
6 Azizah Rahma 80   24 M. Rafi R 100  
7 Azka Ulya R 95   25 M. Yusuf M 85  
8 Burhan C 85   26 Munif Mussafi 80  
9 Fadhlan T 80   27 Narisa R 80  
10 Faiz Rajendra 85   28 Nayaka N.R 85  
11 Farah M 80   29 Pahlevi Al W 100  
12 Farida Zulfa G 80   30 Darajatunnisa 80  
13 Fauziya H 100   31 Reza Ardhanu 80  
14 Fata Rasyid A 95   32 Syafia Rasyida 95  
15 Hafizh N 70   33 Syahida Muna 100  
16 Hurin Nabila 95   34 Syerfina A 95  
17 Khafaisya P.S 85   35 Zaimatun Nisa 95  
18 Malika Dzikra 85   36 Zakia Muslicha 80  

 

Tabel 7.  Kriteria Hasil Belajar Siswa pada Siklus II

Skor Interval Klasifikasi Frekuensi Prosentase (%)
86 – 100 Sangat baik 15 41,67%
71 – 85 Baik 20 55,55%
65 – 70 Cukup 1 2,78%
41 – 64 Rendah
0 – 40 Sangat rendah
36 100%

 

 

 

 

 

Berikut ini grafik persente hasil belajar siswa pada siklus II.

 

Grafik 3. Persentase Hasil Belajar Siswa pada Siklus II

 

 

 

Serangkaian tindakan telah dilakukan dengan baik, sehingga menghasilkan perbaikan nilai yang signifikan. Hal ini Nampak pada tabel perbandingan nilai hasil belajar dan tabel persentase ketuntasan belajar siswa sebelum tindakan, siklus I, dan siklus II berikut.

 

Tabel 8. Perbandingan Nilai Hasil Belajar Siswa Sebelum Tindakan,

Siklus I, dan Siklus II

 

no Nama Nilai
Sebelum Tindakan Siklus 1 Siklus 2
1 A. Abiyyu 85 90 100
2 Abidzar B 80 85 100
3 Agis Fadhilla 60 70 80
4 Ananda Alif A 80 90 95
5 Aufa Nuuruz 80 85 95
6 Azizah Rahma 30 55 80
7 Azka Ulya R 75 80 95
8 Burhan C 65 75 85
9 Fadhlan T 35 70 80
10 Faiz Rajendra 65 75 85
11 Farah M 60 75 80
12 Farida Zulfa G 60 75 80
13 Fauziya H 85 95 100
14 Fata Rasyid A 80 85 95
15 Hafizh N 30 40 70
16 Hurin Nabila 80 85 95
17 Khafaisya P.S 70 75 85
18 Malika Dzikra 65 75 85
19 M. Isyrofuddin 70 75 85
20 M. Hafid Al B 80 85 95
21 M. Hafy Sadra 35 55 80
22 M. Imamul A 75 80 85
23 M. Irsyad R 50 70 80
24 M. Rafi R 85 95 100
25 M. Yusuf M 70 75 85
26 Munif Mussafi 35 65 80
27 Narisa R 50 70 80
28 Nayaka N.R 70 75 85
29 Pahlevi Al W 90 95 100
30 Darajatunnisa 55 75 80
31 Reza Ardhanu 30 40 80
32 Syafia Rasyida 75 80 95
33 Syahida Muna 90 95 100
34 Syerfina A 80 90 95
35 Zaimatun Nisa 75 85 95
36 Zakia Muslicha 30 55 80

 

 

Tabel 9. Persentase Ketuntasan Belajar Siswa

 

Tahap Perolehan Nilai Ketuntasan Belajar
<76 >76 Tuntas % Belum Tuntas %
Sebelum Tindakan 24 12 33,33% 66,67%
Siklus I 20 16 44,44% 55,67%
Siklus II 1 35 97,22% 2,78%

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Berikut ini grafik perbandingan hasil belajar siswa Siklus I dan Siklus II:

 

Grafik 4. Perbandingan Persentase Hasil Belajar Siswa pada Siklus I dan Siklus II

 

BAB V

KESIMPULAN DAN TINDAK LANJUT

 

5.1.  Kesimpulan

Berdasarkan observasi dan pengolahan data terlihat peningkatan pemahaman yang dapat dilihat dari meningkatnya nilai siswa.

Bukti kuantitatif :

  • Siklus pertama: nilai anak yang mencapai KKM 16 anak (44,44%), nilai anak yang kurang dari KKM 20 anak (55,55%).
  • Siklus kedua: nilai anak yang mencapai KKM 35 anak (97,22%).
  • Terjadi peningkatan 52,78% pada siklus kedua (pembelajaran dengan Metode Struktural Analitik Sintetik).

Bukti kualitatif :

  • Siswa lebih berminat menjalani pembelajaran
  • Siswa lebih berani berekspresi
  • Suasana belajar lebih alami dan menyenangkan

 

Hal itu menunjukkan bahwa penggunaan Metode Struktural Analitik Sintetik). dapat meningkatkan kemampuan menulis permulaan. Ini berarti hipotesis terbukti.

 

5.2.  Tindak Lanjut

Penelitian tindakan kelas adalah penelitian yang dapat dilakukan tanpa harus meninggalkan kewajiban guru untuk mengajar, alangkah baiknya jika setiap guru melakukan penelitian tindakan kelas dalam rangka meningkatkan kemampuan dan kreativitas guru serta mencari solusi permasalahan pembelajaran di kelasnya masing-masing.

Guna mencapai hasil pembelajaran yang lebih baik dan bermakna bagi siswa, guru sebaiknya memiliki keterampilan untuk memilih dan menggunakan metode untuk memungkinkan dicapainya pembelajaran yang lebih optimal. Dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar Bahasa Indonesia, terutama keterampilan untuk menulis, guru hendaknya lebih rajin dan aktif untuk membuat alat peraga yang menarik minat siswa, sehingga siswa menjadi optimal dalam menerima materi pembelajaran.

Kami mengajak para guru untuk menindak lanjuti/menggunakan hasil penelitian ini dengan baik  dan dijadikan motivasi agar mampu melakukan penelitian tindakan kelas. Metode Struktural Analitik Sintetik hanyalah satu dari sekian banyak metode atau strategi pembelajaran yang dapat digunakan. Para guru dapat mencari metode atau strategi pembelajaran yang lain.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

 

Anonim. (2007). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

Byrne, Donn. (1988). Teaching Writing Skill. Hongkong: Longman Group (FE).     Lt.

Lado, Robert. (1994). Lingustics Across Culture. Ann Arbor: The University of      Michigan Press.

Roestiyah. (1988). Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.

Rusyana, Y. (1984). Bahasa dan Sastra dalam Gamitan Pendidikan. Bandung:      Diponegoro.

Semi, N. Atar. (2007). Dasar-Dasar Keterampilan Menulis. Padang: Angkasa        Raya.

Solchan T. W, dkk. (2008). Pendidikan Bahasa Indonesia di SD.     Jakarta:Universitas Terbuka.

St. Y. Slamet. (2008). Dasar-Dasar Keterampilan Berbahasa Indonesia.    Surakarta: UNS Press.

Tarigan, Henry Guntur. (1986). Pengajaran Semantik. Bandung: Penerbit   Angkasa.

Tarigan, Henry Guntur. (1995). Pengajaran Analisis Kesalahan Berbahasa.            Bandung: Penerbit Angkasa.

 

 

 

 

3 thoughts on “PTK Menulis Permulaan

  1. Assalaamu’alaikum mbak makasih sebelumnya tulisan dari mbak akan saya jadikan referensi tugas mk penelitian tindakan kelas

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s