Negative Learning

Salam Semangat!

Hari ini saya sangat bahagia. Sebagai seorang guru mengadakan pertemuan dengan orang tua murid atau komite kelas adalah suatu rutinitas berkala yang wajib dilakukan. Berbeda dengan pertemuan-pertemuan sebelumnya, kali ini kami mengisinya dengan membedah sebuah buku dengan judul Negative Learning. Bedah buku ini langsung menghadirkan penulisnya, yakni Drs. Masruri.

Kebahagiaan saya bermula dari tingginya prosentase kehadiran orang tua murid yang diundang, rasa senang melihat antusiasnya orang tua murid mengikuti acara dari awal sampai akhir. Mendapat buku langsung dari penulisnya melengkapi rasa bahagia saya. Bagi saya, mendapat hadiah buku layaknya mendapat uang berjuta-juta. Senang sekaleee.

Berikut saya kutipkan  pengertian dari negative learning dan cara menghindarinya. Semoga bermanfaat.

Pengertian Negative Lerarning

Learning secara sederhana diartikan sebagai pembelajaran, yakni sebuah proses untuk menguasai suatu pengetahuan atau keterampilan tertentu. Pengertian ini meliputi ’konsep nilai’ sebagai landasan gerak dan’gerak’ itu sendiri dalam konteks praksis. Jadi, dapat kita pahami bahwa setiap perilaku pada dasarnya merupakan hasil dari proses pembelajaran (learning).

Termasuk perilaku negatif sebagai sebuah praksis juga bagian dari proses learning. Artinya, jika seseorang melakukan perilaku negatif, dapat dipastikan ada proses learning (pembelajaran) yang sadar atau tidak sadar telah diikuti oleh orang tersebut. Proses tersebut bisa berupa penglihatan berulang-ulang atas perilaku yang sama, ajakan berulang untuk melakukan perilaku negatif walaupun oleh orang yang berbeda dan dengan alasan yang berbeda, atau pengalaman langsung mendapatkan perlakuan negatif. Proses tertanamnya nilai-nilai negatif dan atau meningkatnya keterampilan dalam mengaplikasikan nilai negatif inilah inti dari negative learning.

Mengapa Negative Learning Terjadi?

Mengapa negative learning terjaadi, bahkan di lingkungan pendidikan atau di tengah keluarga berpendidikan dan bercita-cita tinggi sekali pun? Ada tiga hal yang secara mendasar menjadi sebab terjadinya negative learning, yakni:

  • konsep nilai yang salah
  • salah dalam memahami anak
  • tidak sabar

Menutup Pintu Negative Learning

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk menghindari negative leraning, yakni:

  • luruskan persepsi kita pada anak
  • pahami detail karakter individu anak
  • memberikan nilai edukatif pada setiap interaksi
  • tingkatkan kesabaran
  • kuatkan keikhlasan

* Masruri. 2011. Negative Learning. Solo: Era Adicitra Intermedia.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s