Makna Sambut Siswa

Sebagai seorang guru, aktifitas yang pertama kali dilakukan di sekolah biasanya adalah menyambut kedatangan siswa. Kegiatan ini akan terasa hambar kalau tidak dari hati. Rutinitas sia-sia tanpa makna jika kita lakukan sekedarnya saja. Saya mempunyai keyakinan bahwa kegiatan menyambut siswa dapat mempengaruhi kelangsungan KBM di kelas. Kalau di pagi hari happy selanjutnya juga happy, tapi kalau pagi sudah ada masalah maka akan mempengaruhi aktifitas selanjutnya. Nah, menyambut siswa adalah kesempatan bagi guru untuk menyiapkan siswa happy dalam belajar. Untuk itu saya mengajak para guru untuk memaknai hal-hal berikut agar kegiatan sambut siswa menjadi lebih berarti dan memberi manfaat.
a. Senyum
Beri makna pada senyum. Tersenyumlah dari hati. Tidak sekedar menarik bibir. Sehingga senyum kita akan memberi rasa nyaman dan rasa diterima dengan baik. Khususnya bagi anak-anak kelas rendah SD yang mungkin masih berat untuk berpisah dari orang tuanya. Dengan melihat senyum kita, mereka akan merasa aman dan tertanam dalam hati, ”Di sekolah aku akan baik-baik saja.” Senyum juga akan menyejukkan hati siswa yang di hari sebelumnya berselisih pendapat dengan guru atau berbuat kesalahan, di dalam hatinya akan berkata, ”Yes! Guru tak lagi marah padaku.”
b. Salam
Beri makna pada salam. Assalamu’alaikum wr wb memiliki adalah salam yang sering kita ucapkan. Salam tersebut merupakan doa keselamatan. Untuk salam yang lain sertakan doa, bisa secara lisan maupun cukup di dalam hati saja. Contoh, ”Selamat pagi, semoga hari ini dimudahkan Allah urusannya.”
c. Sapa
Beri makna pada sapaan. Menyapa/menegur siswa dengan baik. Sebutlah nama siswa. Akan lebih baik lagi kalau kita beri sedikit sentuhan. Contoh, ”Apa kabar Adam? Maaf kerah bajumu belum rapi.” sambil kita merapikan kerah bajunya.
d. Jabat tangan
Beri makna pada jabat tangan. Alirkan energi positif saat jabat tangan, erat penuh semangat, beri kekuatan. Erat tanpa rasa sakit.
Hal-hal tadi tentu akan lebih berarti kalau kita lakukan dengan ikhlas dan penuh tanggung jawab. Bukan sekedar rutinitas, apalagi rasa terpaksa karena harus berangkat lebih awal. Wallahu a’lam bisshowwab.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s