Anggi Angsa Takut Buruk Rupa

           Di sebuah hutan terdapat danau yang dihuni sekawanan angsa. Mereka bernama; Anggi, Angga, Anggu dan masih ada banyak angsa yang lain. Mereka selalu  terlihat asyik bermain dengan gembira. Seperti hari ini, Anggi, Angga, dan Anggu bermain kejar-kejaran. Sesekali mereka memasukkan kepala ke dalam air. Tiba-tiba terdengar Anggi menjerit.

       “Auw!”

      “Ada apa Anggi?” Tanya Angga.

      “Iya, kenapa kamu menjerit? Sepertinya kamu kesakitan.” Ujar Anggu penasaran.

      “Tidak. Aku tidak apa-apa?” jawab Anggi sambil berlari. Angga dan anggu menatap Anggi yang berlalu dengan cepat.

      “Hei, kita belum selesai bermain. Kenapa kamu pergi!” teriak Angga.

      “Maaf aku tidak bisa meneruskan permainan.” Seru Anggi.

      Agar tidak makin penasaran Angga dan Anggu mengejar Anggi. Nampak Anggi menutup wajah dengan kedua sayapnya.

      “Ayolah Nggi, ceritakan pada kami. Mengapa kamu tidak mau melanjutkan permainan dan ada apa dengan wajahmu?

      “Kalian pasti tidak mau lagi bermain denganku, wajahku terantuk batang pohon yang menjuntai di danau saat bermain tadi. Pasti wajahku kini pastilah sangat buruk dan kalian akan malu bermain denganku.” Kata Anggi sambil menangis.

      “Ya ampun Anggi, kami ini mau bermain denganmu karena budi pekertimu yang baik, bukan karena wajahmu yang cantik.” Kata Anggu dengan lantang.

      “Benarkah?”

      “Benar. Lagi pula belum tentu wajahmu buruk karena terantuk batang. Coba kami lihat.”

      Dengan berlahan Anggi membuka wajahnya. Dan ternyata benar kata Anggu, wajah Anggi tetap cantik. Akhirnya mereka kembali bermain. Anggi sangat bahagia, mengetahui teman-temannya mau bermain dengannya karena budi pekertinya bukan karena wajahnya yang cantik.*

9 thoughts on “Anggi Angsa Takut Buruk Rupa

  1. Assalamualaikum bu Arin
    Menarik sekali cerpen2 yg Oying hadirkan.Itu semua karangan dirimu ya?Ajarin Naely bercerita dong.Naely selama ini nulis cerita biasa2 aja.Coba Oying kunjungi blog-ku ya. Sekedar catatan sehari2 aja nih Ying, enggak ada yg istimewa

    • Wa’alaikumussalam Naely.
      Cerpen -cerpen tadi awalnya saya tulis untuk soal mendengar Bahasa Indonesia kelas dua. Bagi saya tidak ada cerita yang biasa-biasa saja.
      Semuanya mempunyai arti baik bagi penulis maupun pembacanya. SEMANGAT MENULIS YA!

  2. setuju…wah oyink motivator kita untuk terus menulis.menulis untuk anak SD tidak mudah lho..lanjutkan…

  3. itu dia yang membuat anak-anak kita nge-gank (di sekolah) tanpa tujuan yang jelas. pilih-pilih teman gank bukan karena parameter keilmuan atau akhlak, tapi hal-hal dunia yang temporer. Anehnya, banyak guru dan manajemen sekolah membiarkan itu terjadi.
    ya … begitulah.

    selamat berjuang bu!!!

  4. Assalamu’alaikum Us Arin, tak sengaja saya mampir di blog Ustadzah karena sedang galau mencari-cari metode yang mudah, asyik, dan menyenangkan dalam belajar untuk mengajari anak-anak kami kelas 1 dan 3 SD supaya tertarik untuk belajar tanpa diminta-minta oleh ortunya untuk baca buku. Kebetulan murid Ustadzah juga di Esluha. Senang sekali mendapat pengalaman bahwa guru-guru Esluha sangat antusias dalam mendidik anak-anak, mempersiapkan dan membekali mereka agar menjadi insan yang mampu bersaing dan bermanfaat dalam hidupnya di masa depan kelak. Matur nuwun njih Us. Tetap semangat dan sabar dalam mendidik anak-anak. Semoga apa yang kita usahakan akan memberikan hasil yang membanggakan. Amin.

    • Wa’alaikumussalam mb Feby, senang berkenalan dengan Anda meskipun tak sengaja. Gimana metodenya dah ketemu? hehe salam galau. Ups, Salam Semangat.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s