Salam Semangat!

Sahabat guru,

Aktifitas apapun jika tidak dilandasi oleh sebuah niat yang baik  dapat dipastikan akan berujung pada hal-hal yang tidak baik. Sudah  lebih dari dua bulan saya tidak pernah menulis untuk blog ini. Tulisan terakhir,  saya terbitkan bulan Juli dengan judul Lima Dosa Besar Guru (part 2). Padahal saya berencana menulis hingga part 5. Manusia mempunyai tabiat salah dan lupa. Alhamdulillah Allah masih mengingatkan saya atas kesalahan-kesalahan. Saya mencoba introspeksi kenapa sampai sejauh ini saya tidak bisa melanjutkan tulisan tadi. Ternyata di lubuk hati yang dalam ada sebongkah kesombongan dan terlintas riya.

Sombong sekali diri ini hingga begitu ringan melekatkan kata dosa besar. Saya bukan hakim, tak layak menghakimi. Saya seorang hamba, tak patut menuding teman-teman seprofesi  melakukan dosa besar karena anti kritik dan buruk administrasinya. Saya hanya seorang guru, bukan seorang Bu Nyai. Dalam kaidah islam yang termasuk dosa besar adalah syirik, perbuatan menyekutukan Allah. Astaghfirullah, saya telah salah. Dengan sombong dan riya saya ingin mengatakan bahwa saya bukan guru seperti itu.  Saya telah lupa, bahwa saya ingin menulis untuk berbagi ilmu dan hikmah agar saat ajal menjemput saya memiliki sesuatu yang ditinggalkan dan bermanfaat (Berbagi ilmu berbagi hikmah, mati mulia tinggalkan karya).

Sangat mudah bagi Allah untuk menjewer hambanya. Setelah tulisan kedua dari Lima Dosa Besar Guru, tak satupun tulisan dapat saya buat. Bahkan saya tak mampu menyelesaikan RPP diawal waktu seperti biasanya. Karena itulah kesadaran saya mulai muncul tak layak bagi saya untuk memelihara kesombongan dan riya.

Sahabat guru,

Tulislah apa saja yang mau ditulis dengan ikhlas dan penuh kerendahan hati. Semoga tulisan kita bisa menjadi amal sholih. Semoga. Wallahua’lam bishowwab.

Advertisement